Negara Ideal

Posted: May 24, 2011 in Uncategorized

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Negara ideal adalah negara yang pemimpinnya dipimpin oleh seorang filsuf dan dapat menciptakan suatu keamanan dalam lingkungan masyarakat. Negara ideal mampu menjadi sebuah negara yang berkembang. Suatu negara dapat muncul dengan baik di depan public ketika seorang pemimpin dapat memimpin negaranya sesuai dengan amanah rakyat. Ia memberi kebebasan kepada setiap rakyatnya untuk menukmati hidup mereka sesuai dengan hak mereka masing-masing. Jika suatu negara ideal itu mayoritasnya banyak terdapat umat muslim, maka tidak hanya umat muslim saja yang berhak untuk memutuskan dalam pemilihan pemerintahan sedang non muslim juga boleh ikut berpartisipasi dikarenakan pemilihan seorang khalifah atau pimipin adalah hak semua rakyat..

Kembali kita lihat pada masa sejarah, ketika rasulullah membentuk piagam madinah dimana isinya terdapat 47 pasal (dalam buku AS-Siratu an Nabawiyah, karya Ibnu Hisyam jilid 1 halaman 501 sd 504). Rasulullah mengatakan dalam isi pasal tersebut bahwa setiap kabilah yang ada di madinah, baik muslim atau non muslim adalah satu umat yang terkait dalam satu konstitusi dimana setiap individu bertanggung jawab untuk memelihara kesepakatan dan perjanjian ini (pasal 1 sd 10). Kemudian islam juga mengakui dan melindungi setiap kelompok untuk beribadah menurut kepercayaannya masing-masing. Namun agama adalah jalan resmi pengambilan suatu keputusan (pasal 25 sd 33) dll.

Seperti pendapat Plato bahwa negara ideal itu terdapat masyarakat yang setiap individualnya saling membutuhkan dan saling melakukan interaksi sosial. Dalam artian menurut Plato bahwa tidak ada perbedaan dari setiap individual dan mereka saling membutuhkan. Sedang menurut filosof islam Al Farabi, ia mengatakan bahwa negara yang ideal itu adalah negara yang pemimpinnya mampu menanggapi derajat penyatuan terhadap aqal yang menciprahkan antara wahyu dan ilham sehingga tercurah kepada pemimpin yang membentuk negara yang ideal.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut, maka dapat kita rumuskan beberapa permasalah pokok. Yaitu:

  1. Seperti apakah apakah negara ideal yang sesungguhnya menurut anda?
  2. Apa saja kelemahan dan kelebihan negara ideal pada masa lalu dan negara ideal menurut pendapat kamu.

NEGARA DARI MASA KE MASA

Pada masa Rasulullah

            Secara singkat sejarah Rasulullah yang berhasil mempersatukan umat di dunia dikarenakan konsep dokrin yang beliau gunakan yaitu dokrin teologis politik. Dokrin ini mengedepankan ajaran moral dan sekaligus melakukan perubahan sistem untuk menata institusi-institusi sosial dan politik. Karena dokrin ini yang dipegang oleh asulullah, beliau mampu mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar,  bahkan istri-istri dan harta mereka sehingga persaudaraan ini menjadi lebih kuat dibandingkan persaudaraan berdasarkan keturunan. Beliau juga mampu membantu kesepakatan dari tiga golongan yang ada dimadinah guna melahirkan suasana keamanan dan kedamaian. Itulah kebijakan yang beliau gunakan sehingga banyak rakyat yang tidak menentang beliau. Kecuali kaum-kaum quraisy atau kaum yang tidak mau mengaku kerasulannya. Beliau juga menetapkan piagam madinah sebagai dasar sebuah negara dimana masyarakat wajib dan harus mematuhi dan melaksanakannya. Salah satunya beliau menetapkan bahwa setiap kabilah yang ada di madinah, baik muslim atau non muslim adalah satu umat yang terkait dalam satu konstitusi dimana setiap individu bertanggung jawab untuk bertetangga baik, saling membantu dalam menghadapi musuh, membela mereka yang dianiaya, saling menasehati dan menghormati kebebasan beragama (uraian dari Munawir Syadzali).

Pada masa sekarang

            Secara singkat saya mengambil contoh negara Indonesia. Negara yang berdaulat kepada president dan mempunyai konstitusi atau UUD 1945 sebagai dasar negara dan Pancasila lambang dari pada negara tersebut. Indonesia adalah sebuah negara yang mempunyai banyak pulau dan pernah dijajah berabad-abad lamanya sehingga kemerdekaanpun mampu di raihnya dari jajahan para komunis. Indonesia adalah negara yang mempunya lima agama yaitu islam sebagai penduduk mayoritasnya, kristen, katolik, hindu dan budha. Namun negara ini dapat bersatu dengan baik walau berbeda agama terdapat didalamnya. Hal ini kembali kepada UUD 1945 sebgai dasar negara dalam pasal 29 ayat 2. Bahwa setiap masyarakat berhak memeluk agama sesuai dengan kepercayaanya masing-masing.  Indonesia terlihat harmonis dalam membangun negara ideal dimana didalamnya terdapat lima agama sekaligus. Namun sayang, sistem pelaksanaan oleh pemimpin didalamnya tidak berjalan dengan baik. Masih banyak pemimpin yang mencetuskan UUD namun ia yang melanggar. Dan ada juga pejabat-pejabat yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sehingga lahirnya angka kemiskinan yang begitu pesat. Indonesia belum mampu merubah negaranya menjadi negara yang ideal dengan baik disebabkan pemimpin yang masi menganut sistem timokrasi. Terlihat bahwa sistem yang dipegang oleh Indonesia adalahh sistem demokrasi dimana masyarakat berhak mengeluarkan pendapat dan bebas untuk menentukan siapa yang pantas menjadi pemimpin suatu negara. Akan tetapi, ketika kepercayaan yang diberikan oleh rakyat tidak dilaksanakan dengan baik, maka lahirlah pemimpin-pemimpin yang memimpin negaranya hanya untuk mendapatkan kepentingan pribadi tanpa mementingkan rakyatnya.

Negara ideal menurut si penulis.

Sebuah negara akan mencapai negara yang Ideal apabila mampu menghapus korupsi di negaranya. Hal ini dimulai dari korupsi yang paling kecil yaitu korupsi waktu, HAM, hingga uang rakyat. Mampu membasmi kebodohan, kemiskinan, dan memisahkan agama dan politik. Pemisahan agama dan politik harus terjadi disebabkan dengan politik masalah berdasarkan agama akan hilang. Kenapa hal ini terjadi ?.

Disebabkan apabila pilar politik dan agama dipersatukan maka terciptalah sebuah beban dan kekacauan didalam negara tersebut. Untuk contoh bisa dilihat, apabila seorang yang melanggar aturan dalam suatu negara misalnya berzina. Maka hukuman yang dijatuhkan adalah menurut UU atau secara politik bukan menurut agama, seperti hukuman penjara dan membayar denda karena melanggar hukum negara. sedang negara tersebut dasar negaranya berpegang pada agama dan politik. Disinilah sangat di sayangkan, negara islam namun pegangannya tidak kepada agama. Jika dalam negara tersebut adanya masyarakat non muslim, maka seharusnya hukuman yang ditetapkan pada mereka yang melanggar juga berdasarkan hukuman dari agama mereka.

Jika suatu negara berpegang pada landasan keyakinan dan aturan agama mereka dan menjalankan hukum berdasarkan negara, insyaallah negara tersebut akan menjadi negara yang ideal di dunia. Disebabkan aturan agama tidak bisa dipermainkan atau di jual beli. Namun aturan hukum atau aturan yang dibuat suatu negara dapat dibeli atau dipermainkan.

Untuk mencapai suatu negara yang ideal juga kembali kepada pemimpinnya. Pemimpin yang mampu menciptakan keharmonisan pada rakyat dan dapat menjalankan dua pilar hukum yaitu hukum berdasarkan negara dan hukum berdasarkan agama. Dan memberi kebebasan pada rakyatnya dalam menjalankan hidup bukan berarti bebas melanggar aturan agama dan negara. Dan negara yang baik itu adalah negara yang pemimpinnya bersifat aristrokrasi berdasarkan pemilihan yang bersifat demokrasi.

Pandangan penulis terhadap negara masa dahulu dan sekarang

Masa dahulu

Pada masa dahulu banyak negara barat atau bagian timur yang mampu mempertahan negara mereka dan pemimpin yang bisa diandalkan. Sistem militer yang sangat hebat, pengolahan sumberdaya alam yang menghasilkan ketentraman bagi masyarakat. Namun ketika para penguasa bersifat timokrasi memegang kekuasaan, negara itupun hancur sehingga menimbulkan generasi-generasi pemimpin yang bersifat tirani. Dari sistem politik tidak berjalan dengan baik begitu juga dengan hukum dinegara tersebut. Hal ini disebabkan karena pemimpinnya.

Comments
  1. mantrapp…
    Puanjang dan luamaaaa… Di temani secangkir teh keq nya asyik ug baca@ wkwkwk salam menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s